Rabu, 27 November 2013

Install KDE Di Debian

Pada dasarnya saat menginstall Debian maka Gnome akan terinstall sebagai default Desktop Environment (DE). Disebabkan ingin memakai DE lain maka pilihan saya jatuh kepada KDE.

 KDE merupakan salah satu DE yang termasuk "kelas berat" sama halnya seperti Gnome. Jadi DE ini akan banyak menghabiskan resource. Menurut saya kurang cocok bagi anda yang ingin mengutamakan performa. Tapi bagi anda yang suka dengan tampilan tidak ada salahnya memilih DE ini. KDE sendiri mirip seperti windows dari segi layoutnya sedangakan gnome mirip seperti OSX. untuk lebih jelas bisa berkunjung langsung ke kde.org

Ada beberapa opsi menginstall KDE, yaitu
  • kde-full untuk menginstall KDE dengan penuh atau seperti rilis dari KDEnya (Full release of workspace, applications and framework)
  • kde-standard untuk menginstall KDE dengan paket yang debian tentukan (Debian selected common stuff for workspace, applications and framework)
  •  kde-plasma-desktop untuk menginstall kde plasma minimalist untuk desktop (browser, file manager, system setting dan data penting lainnya).
  • kde-plasma-netbook untuk menginstall kde plasma minimalist untuk netbook (browser, file manager, system setting dan data penting lainnya).
Berikut adalah rilis KDE untuk Debian :
  • DebianSqueeze menggunakan KDE's 4.4.5 release.
  • DebianWheezy menggunakan KDE 4.8.4 with KDE PIM 4.4.11.
  • DebianJessie menggunakan KDE 4.10.5.
  • DebianUnstable menggunakan KDE 4.10.5

Adapun Spesifikasi komputer yang saya gunakan.
  • Acer Aspire 4810T.
  • Debian GNU/Linux testing (jessie)
  • Kernel : Linux 3.11-2-686-pae #1 SMP Debian 3.11.8-1 (2013-11-13) i686 GNU/Linux
Saya memilih untuk menginstall kde-standard. Adapun langkah-langkah meng-installnya adalah sebagai berikut:
  1. Buka terminal dan masuk sebagai root
    su -
  2. Masukkan perintah
    aptitude install kde-standard
  3. Tunggu proses instalasi selesai. kemudian pada terminal akan muncul gambar seperti dibawah ini. Untuk Login managernya silahkan pilih antara kdm dan gdm(defaultnya gdm). Dalam hal ini saya memilih kdm agar seperti tampilan baru.

  4. Setelah itu tunggu hingga proses berakhir kemudian logout, pada saat login seperti terlihat pada gambar.
  5. Selesai

FAQ
  •  Apakah Setelah Menginstall KDE, aplikasi Gnome saya masih bisa dijalankan?
    Jawab : Bisa, Aplikasi Gnome masih bisa di jalankan bahkan melalui KDE. Namun untuk theme-nya harus di configurasi lagi dengan cara menginstall paket kde-config-gtk-style, gtk3-engines-oxygen(Debian Wheezy), gtk2-engines-oxygen. Konfigurasinya dapat diakses pada System Setting >> Application Appearance.
Sekian dulu tentang menginstall KDE pada Debian. Jika didalam artikel saya terdapat kesalahan mohon dikoreksi. Terima Kasih banyak :D.

Sumber:
  1. https://wiki.debian.org/KDE
  2. http://kde.org
Sumber Gambar :
  1. http://4.bp.blogspot.com/_r_DUjwGxwzE/TPS-vwFesVI/AAAAAAAACOs/PRrslhLmhTE/s320/add+sabily+to+kubuntu+04.jpg
  2. http://techhamlet.com/wp-content/uploads/2012/01/kdm.jpg

2 komentar:

  1. Bismillahirrahmanirrahim. Terima kasih, Kang. Kami pemula di Indonesia memang perlu tutorial menggunakan DE. Tutorial ini bagus.

    BalasHapus
  2. Wah, saya sangat senang jika tulisan saya ini dapat membantu orang lain. mohon masukannya lagi ya

    BalasHapus